Takut Berkomitmen, Mungkinkah Tanda Jauh Dari Jodoh? Cari Tahu Penyebabnya – Setiap insan manusia sudah memilik jodoh pasangan hidupnya sendiri. Mungkin sebagian pasangan masih merasa nyaman menjalin hubungan meski belum ada tujuan untuk menikah. Mungkin sebagian pula mempertahankan status single dan belum terfikir untuk menikah., atau terjebak dengan hubungan LDR (Long Distance Relationship). Sebagian besar ketakutan untuk menikah dirasakan oleh para pria. Namun, belakangan ini ketakutan menikah  juga  bisa dirasakan oleh wanita

Mengutip dari IndoTopInfo.com takut untuk komitmen biasanya selalu identik dengan masalah pria, walaupun tidak semuanya.tapi sekarang ini, dizaman modern ini, wanita pun rentan terhadap takut untuk berkomitmen. Mengapa kebanyakan dari kita begitu, takut terlibat dalam sebuah hubungan serius atau mengambil langkah berikutnya menuju pernikahan? Untuk menentukan itu, takut akan komitmen adalah takut akan memasuki hubungan jangka panjang atau rasa takut untuk menikah. Tapi sebenarnya yang menakutkan itu bukanlah hubungan jangka panjangnya, tetapi lebih ke pernikahannya.

Maka dari itu, apa saja penyebab yang mendasari untuk takut berkomitmen atau mengambil keputusan untuk menikah. Berikut penyebab dan cara mengatasinya:

  1. Memutuskan hubungan lebih dulu

Maksudnya memutuskan hubungan lebih dulu adalah jika ada seorang wanita/ pria mencoba untuk mendekati dalam artian memulai menjalin hubungan. Sebagian dari kita bisa saja menghindar dengan berbagai alasan. Misalnya ingin fokus dengan pekerjaan, terlalu sibuk, tidak suka dengan orang tersebut karena tidak sesuai dengan kriteria dll.  Alasan semacam ini bisa menjadikan pria ataupun wanita untuk mengesampingkan urusan berkomitmen atau menikah.

Cara mudahnya adalah dengan berkompromi dengan keadaan.  Mencoba meluangkan waktu, membuka diri dan menerima keadaan. Sebuah keputusan tidak perlu diputuskan dengan terburu-buru. Jalani saja semuanya toh, jika ada yang mencoba mendekati bisa meresponnya dengan hubungan pertemanan dulu. Atau jika memang sibuk dengan bekerja, luangkan sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain. Mungkin tanpa disadari salah satu dari teman atau kenalan adalah jodoh kita.  All about it’s suprising.

  1. Tidak mau terikat dengan satu orang

Memahami seseorang itu tidak semudah memahami diri sendiri. Apalagi karakter orang itu berbeda-beda. Terikat dengan seseorang artinya mau tidak mau harus mencoba memahami dan berbagi dengan orang tersebut. Bukan karna aku adalah aku. Kamu adalah kamu. Lebih tepatnya adalah aku ada karena kaupun ada. Dimanapun kita ya aku dan kamu. Jadi satu paket.

Cara terbaiknya adalah turunin ego masing-masing. Sebuah hubungan terbentuk dari rasa saling pengertian. Pastikan dengan menjalin sebuah ikatan tidak membatasi sosialisasi dengan dunia luar.

  1. Takut akan perubahan

Anggapan pernikahan membawa perubahan itu memanglah benar. Kebiasaan saat masih melajang belum tentu bisa dilakukan lagi. Perubahan gaya hidup yang sangat mencolok . Gaya hidup dan sudut pandang tidak sama tentu akan menciptakan perbedaan. Terlebih lagi bila bersangkutan dengan finansial. Disaat menikah pendapatan finansial akan lebih terfokuskan pada pengeluaran dan kebutuhan rumah tangga.

Sebaiknya kita harus mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan perubahan. Tidak perlu menunggu sudah menkah. Mempersiapkan diri dari dini, lebih memudahkan mengatasi segala kemungkinan perubahan terbesar sekalipun. Sehingga kita tidak perlu khawatir dan takut karena dari dini sudah ada perencanaan matang.

  1. Tujuan hidup

Memutuskan berkomitmen sama artinya dengan menyatukan tujuan hidup. Setiap pria dan wanita pasti memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Perbedaan ini kadang bertolak belakang. Karena pria dan wanita adalah dua individu yang berbeda dan pola pikir yang berbeda. Intinya, setiap pria dan wanita memiliki pandangan hidup dan tujuan berkomitmen masing-masing.

Cara yang dilakukan sebaiknya dengan memberikan rasa perhatian,  mencoba saling mengerti dan memahami. Memang kelihatannya tidak mudah. Perlu kesabaran yang banyak dalam menyatukan dua kepribadian dan tujuan hidup. Cari jalan tengah terbaik. Karena ketika sudah memutuskan untuk berkomitmen, tidak akan mengalami banyak perselisihan saat menjalani kehidupan berumah tangga.

  1. Selalu mencari tanda

Biasanya ini dialami oleh para jomblowan dan jomblowati. Mereka selalu mencari tanda-tanda, kapan kah jodohnya akan mendekat. Terlihat lucu memang, tetapi itulah anggapan mereka. Menurut mereka, kalau memang sudah waktunya nanti jodoh juga akan datang sendiri. Tuhan pasti akan ngasih.

Tidak salah menganggap Tuhanlah yang menakdirkan siapa jodoh kita nanti. Namun, menunggu saja apa iya akan datang. Diperlukan usaha  dan kemauan yang tinggi untuk mewujudkan hal tersebut. Berdoa dan menunggu saja tidak akan membuahkan hasil tanpa dibarengi sebuah usaha yang pasti.

  1. Perfeksionis dan pemilih

Perfeksionis dan pemilih, dua kata yang tidak pernah jauh dengan pikiran kita. Siapa yang tidak ingin memiliki pasangan sempurna seperti kriteria kita. Atau memiliki standart kehidupan yang tinggi. Sehingga sengaja memilih pasangan yang sesuai dengan standart tersebut. Akhirnya terlalu banyak memilih dan melewatkan pasangan terbaik yang sebenarnya sudah ada didekat kita.

Ayolah, didunia ini tidak ada hal yang sempurna. Coba tanamkan difikiran, kita sudah menentukan kriteria yang benar-benar perfect. Jika suatu hari dipertemukan dengan orang tersebut, apakah orang tersebut mau dengan diri kita? Padahal kita tahu bahwa diri ini bukanlah seseorang yang sempurna. Think again.

  1. Paranoid dengan stigma pernikahan

Apakah menurut kalian pernikahan itu momok yang menakutkan? Mungkin anggapan ini akan terlintas dibenak anda tentang sebuah makna pernikahan. Sebenarnya anggapan itu bukan sepenuhnya benar. Justru dengan menikah, anda menjadi memiliki teman hidup sekaligus teman berbagi. Stigma tentang pernikahan yang buruk hanya ada bila dalam hubungan tidak ada rasa percaya dan juga menghargai. Pernikahan yang didasari dengan landasan cinta, akan menjadikan pernikahan itu terasa bahagia dan tentram. Dengan sendirinya stigma pernikahan itu akan terpatahkan.

  1. Trauma karna hubungan masalalu

Masa lalu biarlah berlalu. Sepertinya ungkapan itu memanglah benar. Jika dulu memiliki atau pernah menjalani hubungan yang menyakitkan, apalah guna diingat-ingat. Rasa sakit itu hanya akan menambah kepedihan dan luka hati. Terima dengan iklas, jadikan pengalaman menyakitkan itu sebagai pelajaran dan tolak ukur. Siapa tahu dengan pengalaman pahit itu, bisa memepertemukan kita dengan seseorang yang jauh lebih baik dar sebelumnya. Masalalu memang tidak bisa dilupakan. Tetapi pengalaman yang diberikan dari masalau bisa menjadi guru yang terbaik. Jadi, jangan takut untuk membuka hati dan menjalin hubungan yang baru. Dont worry to be try it.

  1. Takut akan beban finansial keluarga

Setelah menikah pengeluaran kebutuhan rumah tangga akan menjadi lebih besar. Ini akan menghabiskan sebagian dari pendapatan anda. Umumnya dialami oleh pria. Karena pria adalah kepala keluarga. Jadi secara otomatis semua pengeluaran rumah tangga adalah tanggungan kepala keluarga. Tidak perlu khawatir, mrnikah tidak membuat anda jatuh miskin. Meskipun sudah menikah sebenarnya dengan sendirinya rezeki itu akan datang. Karena menikah itu seperti diberi kelimpahan rizki.

Selain itu, tetap saja tidak boleh boros. Mulailah belajar untuk mengatur keuangan. Kesampingkan untuk membeli hal yang tidak perlu. Buat daftar pengeluaran jika memang diperlukan. Dengan begitu, kita bisa mengontrol keperluan apa saja yang perlu dibeli dan yang tidak.

  1. Tidak ada desakan dari keluarga ataupun teman dan terlalu sibuk

Keluarga yang memiliki pemikiran modern biasanya tidak pernah menuntut anaknya untuk segera menikah. Menurut mereka, menikah tidak diukur dengan patokan usia. Yang terpenting sukses dulu baru memikirkan pernikahan. Hal itu memang tidak salah, pria atau wanita yang sudah mapan biasanya tidak akan mengeluhkan pengeluaran finansial. Karena merasa sudah tercukupi. Namun, hal ini akan membuat anda terlambat menkah.

Menikah dengan rentan usia yang pas dan ideal, dapat memungkinkan untuk memperhatikan tumbuh kembang buah hati. Sehingga kasih sayang yang diberikan lebih maksimal.

Ajian Pengasih Lebur Sukma – Ajian Pemikat, Ajian Pengasihan, Cara cepat dapat jodoh, cara mendapatkan lelaki idaman, meluluhkan hati pria, meluluhkan hati wanita, pelet putih, pemikat hati pria, pemikat hati wanita, tips agar tidak mudah jomblo terus, solusi terbaik agar tdak takut untuk berkomitmen.

Comments

comments